Minggu, 22 Mei 2011

Titik Nol




1/

Masa lalu, masa kini. Dalam diri
Dalam mimpimu. Pisau semakin risau.
Menggali pikiran sendiri
Lalu: kau pilih jalan malam
Dinginnya. Dinginnya

Air mata tempat mengakarkan derita
Mengipas perjalanan panjang. Hingga terjaga
Tidurmu dalam diriku
Sebelum melangkah dalam pelayaran

Mimpimu. Kau simpan dalam sobekan bulan

2/

Katamu, rumah kita kebanjiran
Lalu merasa ada mimpi di terali. Mengibaskan tissu
Di tiang-tiang lampu

Angin pun mengigau. Menyanyikan luka lama. Berdarah
Langit mati.

Aku bersaksi: aku dan kau ada!


3/

Bismillah
Di stasiun lain
Dari malam ke malam. Rembulan menciumku
dalam kemesraan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar