Sabtu, 14 Mei 2011

KITA BUKANLAH PINTU



Kita bukanlah pintu yang dibuka bila pagi tiba
bukan pula pintu yang ditutup bila senja menyapa
Maka biarkanlah risalah mendedah sandiwara sekeping luka
Yang memecah aksara rindu i’tikaf bisu. Atau gelombang perih
menghempas tangis yang tak mungkin terkoyak dengan airmata

Lalu apalagi yang hendak dilakonkan
Sejarah telah jadi keluh. Mewartakan lukisan yang menggelepar
dalam waktu. Tangisan hanya dapat kita aminkan karena mimpi
telah jadi sempadan malam yang sepi.

Andai sandiwara masih sempat dilakonkan dalam kemasan gagu
Gemuruh bom waktu. Kita hanya menyaksikan kabut mengalirkan hening
ke bukit-bukit luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar