gelisah laut lahirkan ombak
gelisah rumput lahirkan rimba
gelisah awan lahirkan hujan
gelisah Adam lahirkan Hawa
dan dari gelisah itu, ketika sajadahku
membentang seribu musim
sungai-sungai menyerbu muara
rimba membuka daun-daunnya
kun fayakun-Nya berdiri di atas
niatku
rukukku
sujudku
menyusuri jalanan tasbih
dalam warna putih
menjelujur rindu
dalam jarak nadiku
kudulang
cermerlang mataku
ketika merentas mata yang tak melihat
kudulang
desau telingaku
ketika berbisik di telinga yang tak mendengar
kudulang
wangi hidungku
ketika menusuk hidung yang tak mencium
kudulang
ukir kalamku
ketika menulis kata yang tak sampai
aku pun terlahir kembali
hingga musim tak habis berganti
Tembilahan, 20 Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar