setelah tikam. batu-batu hitam. kelam
engkau diam menyimpan takdirmu dalam senyap dalam harap
dalam sangsi dalam mimpi. menanti.
”sampai bila kan menunggu,” kutabur kata ke ubun-ubunmu
begitu sepi. begitu sunyi. anganmu berlari. menanti. menanti
walau hati nyeri
sastra mandiri, tbh: 16-7-2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar