Minggu, 10 Juli 2011
BAGAI PUNGGUK
bagai pungguk, anak-anakku rindukan bulan
karena setiap tangis adalah keterasingan
melahirkan gerimis yang menabur angan-angan
dalam setiap kepiluan
aku hanya dapat mengenal tangisnya yang berlayar
dalam kesedihan airmata mengayuh tulang-tulang rindu
menuju sejarah yang kehilangan arah
lalu anak-anakku melihat orang-orang memperkosa bahasanya
yang akhirnya melahirkan badai
dimana kebenaran sudah terasing
kematian tanpa ziarah
mawar tanpa harum
air tanpa dahaga
lalu apa?
Tembilahan, 7 Juli 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
