Selasa, 13 Juli 2010

Setitik Tinta selaut Bahasa


Selamat Datang

'Manusia lahir, bukan untuk jadi seniman. Manusia lahir untuk jadi manusia'

WALAU
walau penyair besar
takkan sampai sebatas allah

dulu pernah kuminta tuhan
dalam diri
sekarang tak

kalau mati
mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat
jiwa membumbung dalam baris sajak

tujuh puncak membilang bilang
nyeri hari mengucap ucap
di butir pasir kutulis rindu rindu

walau huruf habislah sudah
alifbataku belum sebatas allah

1979
(Sutardji Calzoum Bachri)

AKU TAK BISA
aku tak bisa melihat
kecuali matamu
memandang nasibku

aku tak bisa bernyanyi
kecuali kau pinjamkan
firmanmu

aku tak bisa memegang
kecuali tanganmu 
menggapai impianku

aku tak bisa berjalan
kecuali kakimu 
menuntun langkahku

aku tak bisa...
kecuali kun fayakunmu
mengalir di ubun-ubunku

2000
(Hafney Maulana)